WHAT’S HOT NOW

ads header

PEMBANGUNAN

PENDIDIKAN

OPINI

PARIWISATA

» » » » » Ilmu Komunikasi Harkat Negeri, Gelar Kuliah Praktisi Bahas Jurnalisme di Era AI

 Tegal — Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Harkat Negeri menyelenggarakan kuliah praktisi dasar jurnalistik secara daring pada Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Purwokerto, serta diikuti sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus lain diluar Harkat Negeri. Tema diskusi yang diangkat adalah Media Arus Utama dan Tantangan Artificial Intelligence (AI),Ancaman atau Mitra Kerja?

Jurnalis RRI Purwokerto, Ustad Mukorobin., S.Sos.i.,M.I.Kom., menyampaikan bahwa di era digital saat ini, siapa pun dapat memproduksi informasi dan berperan layaknya jurnalis. Namun, ia menegaskan bahwa kerja jurnalistik tetap harus mengikuti kaidah media yang jelas dan terverifikasi oleh Dewan Pers. “Media arus utama memiliki struktur redaksi, untuk jadi redaksi minimal telah melalui mekanisme uji kompetensi. Media arus utama punya tanggung jawab etik yang tidak dimiliki oleh akun personal di media sosial,” ujar pria yang lulusan Pendidikan singkat jurnalisme di University Art of London Inggris tahun ini.

Ia menjelaskan, saat ini sekitar 1020 kantor media terdaftar di seluruh Indonesia, dengan sekitar 80 persen diantaranya merupakan media siber. Kondisi tersebut menuntut media arus utama untuk terus beradaptasi, terutama dengan kehadiran teknologi AI yang mampu memproses data secara cepat, menganalisis tren, dan membantu produksi konten.

Meski demikian, Mukorobin menekankan bahwa AI bukan pengganti jurnalis. “AI hanya meniru dan mengolah data dari konten yang sudah ada. Orisinalitas, empati, dan verifikasi tetap menjadi peran manusia,” katanya.

Menurut pria yang juga pernah mengenyam Pendidikan singkat jurnalistik TV di Du Lasalle College of The Arts-Singapura ini, kolaborasi antara jurnalis dan teknologi justru diperlukan dengan tetap menjaga agar kredibilitas dan kualitas berita tetap terjaga serta menjaga kepercayaan publik tidak hilang.

Ketua Program Studi IlmuKomunikasi Universitas Harkat Negeri, Himawan Ardhi Ristanto, S.I.Kom., M.I.Kom menyatakan bahwa kuliah praktisi ini bertujuan memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari jurnalis. “Mahasiswa perlu memahami dunia jurnalistik dari sumbernya, bukan hanya teori di kelas,” ujarnya.

Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) UHN, Ida Farida, SE, M.Si., Ak.T. membahkan bahwa
kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa menghadapi dinamika media di era digital. “Pemahaman tentang etika, verifikasi, dan peran manusia dalam jurnalistik sangat relevan untuk pengalaman dan masa depan mereka,” tuturnya.

Kuliah praktisi ini diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dari beberapa kampus di Tegal, Semarang, dan  Bandung. Kuliah praktisi ini menjadi bagian dari upaya prodi dalam memperkuat kompetensi praktis mahasiswa di bidang jurnalistik.

 

«
Next
This is the most recent post.
»
Previous
Posting Lama